Logo
      

EarFun Wave Pro X: Fitur Headphone Flagship Baru yang Perlu Kamu Tahu

· · 11 min read

Wave Pro X adalah headphone flagship EarFun peraih Red Dot Design Award 2026, dengan driver dual coaxial, Bluetooth 6.0, aptX Lossless, LDAC, dan baterai hingga 90 jam. Ini pembahasan fitur lengkapnya.

Kalau kamu penggemar headphone yang suka mengulik detail spesifikasi barang tersebut, ada kabar yang layak ditunggu. EarFun menyiapkan Wave Pro X, headphone over ear flagship terbaru yang rencananya hadir di Indonesia pada akhir Oktober 2026.

Jawaban singkatnya: Wave Pro X adalah headphone paling lengkap di antara headphone lainnya seperti Tune Pro dan Wave Pro. Ia membawa arsitektur driver dual coaxial 40 mm DLC dan 10 mm LCP, chipset Qualcomm QCC3095, Bluetooth 6.0, dukungan codec dari aptX Lossless sampai LDAC, array 8 mikrofon, dan baterai hingga 90 jam. Desainnya juga sudah mengantongi Red Dot Design Award 2026 untuk kategori Product Design.

Satu catatan jujur sebelum masuk ke detail. Artikel ini disusun dari spesifikasi resmi EarFun dan informasi publik, bukan dari pengujian kami sendiri. Beberapa media internasional memang sudah menerbitkan ulasan sejak awal September 2026, tetapi kami belum menguji unitnya secara langsung. Bagian yang masih menunggu konfirmasi kami tandai dengan jelas, dan nantikan ulasan lengkapnya setelah unit resminya tersedia di Indonesia.

Ringkasan Spesifikasi Wave Pro X

Ini nih rangkuman spesifikasi resmi dari EarFun.

Fitur Spesifikasi resmi
Driver Dual coaxial (DCAA): 40 mm DLC dan 10 mm LCP
Chipset Qualcomm QCC3095
Bluetooth 6.0 (profil A2DP, AVRCP, HFP)
ANC Hybrid ANC dengan array 8 mikrofon dan QuietSmart 3.5 (angka dB belum dicantumkan)
Codec aptX, aptX Adaptive, aptX Lossless, LC3, LDAC, SBC
Sertifikasi Hi Res Audio dan Hi Res Audio Wireless
Mikrofon panggilan 8 mikrofon dengan pemrosesan AI
Equalizer Lebih dari 30 preset EQ, EQ kustom, Personalized Sound, dukungan PEQ
Koneksi kabel USB Audio dan AUX input, ANC tetap aktif
Baterai Hingga 90 jam (ANC mati), hingga 50 jam (ANC aktif)
Pengisian daya 15 menit untuk 10 jam pemakaian, pengisian penuh sekitar 2 jam
Kapasitas baterai 800 mAh
Bobot 259 gram
Fitur pintar AI Translation, Auracast dan LE Audio, Google Fast Pair, multipoint, Game Mode, voice assistant

Desain Peraih Red Dot Design Award 2026

Wave Pro X bukan hanya soal angka di lembar spesifikasi. Headphone ini terdaftar sebagai pemenang Product Design 2026 di Red Dot Design Award. Dalam deskripsinya, Red Dot menyebut headband berlapis kain, bantalan telinga dari protein leather, dan elemen anodised, ditambah engsel lipat untuk portabilitas serta mekanisme ekstensi untuk menyesuaikan bentuk kepala. Juri menilai desainnya modern dan ramping, dengan kombinasi material kontras yang diracik dengan baik sehingga terasa premium.

Dari sisi bobot, Wave Pro X tercatat 259 gram. Untuk headphone over ear dengan ANC, angka ini tergolong ringan, dan EarFun menonjolkan desain ergonomisnya untuk pemakaian seharian. Kontrolnya memakai tombol fisik, bukan sentuh, supaya tidak mudah salah tekan. Lipatannya ringkas dan disertai slim carrying case, praktis untuk dimasukkan ke tas saat bepergian.

Menurut halaman produk resmi EarFun Global, Wave Pro X juga mendapat sorotan dari sejumlah media teknologi, antara lain pencantuman di daftar produk terbaik CES 2026 oleh USA Today, penghargaan CES 2026 Breakthrough dari SoundGuys, dan masuk daftar produk terbaik IFA 2026 versi What Hi Fi. Beberapa media Eropa pada September 2026 juga menilainya sebagai headphone yang menantang model kelas atas dengan harga jauh lebih rendah.

Driver Dual Coaxial: 40 mm DLC dan 10 mm LCP

Bagian yang paling menarik perhatian ada di dalam earcup. Alih alih satu driver saja, EarFun memakai dua driver sekaligus dengan susunan dual coaxial. Pada desain coaxial, dua driver ditempatkan pada satu sumbu yang sama, sehingga suara dari keduanya keluar dari titik yang berdekatan. Tujuannya biasanya agar suara terdengar lebih menyatu, bukan terasa datang dari dua sumber berbeda.

EarFun menamai arsitektur ini DCAA, singkatan dari Dual Coaxial Acoustic Architecture, dan menyebutnya sebagai headphone dual coaxial pertama di dunia yang dipadukan dengan ANC Qualcomm dan Auracast. Itu klaim pabrikan, jadi baca sebagai klaim.

Menurut deskripsi Red Dot, driver 40 mm berperan sebagai woofer dan driver 10 mm sebagai tweeter. Driver besar memakai diafragma DLC atau diamond like carbon, lapisan karbon yang sangat keras dan sering dipakai agar diafragma kaku tetapi tetap ringan. Driver kecil memakai LCP atau liquid crystal polymer, bahan film tipis yang ringan dan kaku. Kombinasi woofer dan tweeter ini dirancang untuk memberi bass yang bertenaga sekaligus kejernihan di frekuensi tinggi.

Chipset QCC3095, Bluetooth 6.0, dan Deretan Codec

Wave Pro X ditenagai chipset Qualcomm QCC3095 dengan Bluetooth 6.0. Dibandingkan Wave Pro dan Tune Pro yang masih memakai Bluetooth 5.4, ini lompatan generasi. Bluetooth 6.0 sendiri bukan jaminan suara lebih bagus, tetapi platform yang lebih baru membuka jalan untuk fitur seperti LE Audio dan Auracast yang akan kita bahas sebentar lagi.

Daftar codec yang didukung termasuk yang paling lengkap di kelasnya: aptX, aptX Adaptive, aptX Lossless, LC3, LDAC, dan SBC. Singkatnya:

  • LDAC adalah codec buatan Sony yang bisa mengirim data hingga 990 kbps, sekitar tiga kali lipat SBC. Kami bahas tuntas di artikel Apa Itu LDAC? Benarkah Bikin Suara TWS Lebih Bagus?.
  • aptX Lossless adalah codec Qualcomm yang dirancang untuk mengirim audio kualitas CD (16 bit, 44,1 kHz) tanpa kehilangan data, dengan syarat perangkat sumber mendukung Snapdragon Sound dan kondisi sinyalnya baik, menurut penjelasan Qualcomm yang diulas Android Authority.
  • aptX Adaptive menyesuaikan bitrate secara dinamis mengikuti kondisi koneksi.
  • LC3 adalah codec bawaan LE Audio yang dirancang lebih hemat daya.
  • SBC adalah codec dasar yang didukung hampir semua perangkat.

Satu hal praktis: codec yang dipakai ditentukan oleh HP atau laptop kamu juga, bukan hanya oleh headphone. Kalau perangkat kamu tidak mendukung codec premium tersebut, misalnya iPhone yang tidak mendukung LDAC maupun aptX, headphone akan memakai codec dasar yang disepakati kedua perangkat, dan kekuatan codec premium Wave Pro X tidak akan terpakai lewat Bluetooth.

ANC Hybrid, QuietSmart 3.5, dan 8 Mikrofon AI

Untuk peredam bising, EarFun menyebut Wave Pro X memakai Best in Class Hybrid Active Noise Cancellation dengan teknologi QuietSmart 3.5. Sistem hybrid memakai mikrofon di sisi luar dan di dalam earcup, sehingga bisa menangkap bising dari lingkungan sekaligus mengoreksi bising yang sudah sampai di telinga. Pada Wave Pro X, EarFun menyebut delapan mikrofon memantau suara luar dan akustik di dalam earcup secara terus menerus, dan sistem menyesuaikan ANC sekitar 800 kali per detik. Angka itu klaim pabrikan, dan efeknya baru bisa kami nilai setelah mencoba sendiri.

Catatan penting: EarFun belum mencantumkan angka desibel untuk ANC Wave Pro X. Sebagai perbandingan, Wave Pro dan Tune Pro tercatat memiliki ANC hingga 45 dB. Kami tidak akan menebak angkanya, dan akan menambahkannya begitu EarFun merilis data resmi.

Di sisi panggilan, array 8 mikrofon yang sama juga dipakai untuk memisahkan suara kamu dari bising sekitar, termasuk angin, naik dari 5 mikrofon pada Wave Pro dan Tune Pro. Buat kamu yang sering meeting online dari kafe atau ruang kerja bersama, ini poin yang relevan. Perlu diingat bahwa ANC dan peredam bising mikrofon (ENC) adalah dua hal berbeda, dan kami akan membahasnya terpisah di artikel khusus.

Baterai: Hingga 90 Jam, dan 50 Jam dengan ANC

Spesifikasi resmi Wave Pro X mencantumkan baterai hingga 90 jam dengan ANC mati dan hingga 50 jam dengan ANC aktif, dari kapasitas baterai 800 mAh. Untuk pengisian, 15 menit cukup untuk sekitar 10 jam pemakaian, dan pengisian penuh membutuhkan sekitar 2 jam. EarFun mencatat bahwa waktu pemakaian bisa berbeda tergantung volume dan jenis konten.

Angka ini perlu dibaca dengan konteks. Dibandingkan Wave Pro yang tercatat hingga 80 jam (ANC mati) dan 55 jam (ANC aktif), Wave Pro X lebih tahan lama saat ANC mati, tetapi sedikit lebih pendek saat ANC aktif. Selisih 5 jam itu kecil dan tetap sangat panjang untuk pemakaian harian atau perjalanan lintas benua. EarFun belum menjelaskan alasan selisihnya, jadi kami tidak ingin berspekulasi.

Kalau kamu memprioritaskan daya tahan baterai di atas segalanya, Tune Pro masih juara di tabel resmi dengan hingga 120 jam (ANC mati) dan 80 jam (ANC aktif). Wave Pro X menukar sebagian daya tahan itu dengan deretan fitur yang jauh lebih lengkap.

AI Translation, Auracast, Multipoint, dan Fitur Pintar Lain

Di sinilah Wave Pro X benar benar terpisah dari kakak adiknya. Tabel spesifikasi EarFun mencatat beberapa fitur yang tidak dimiliki Wave Pro maupun Tune Pro.

AI Translation. Fitur penerjemah berbasis AI yang sebelumnya kami lihat di Air Pro 4+ tercatat juga hadir di Wave Pro X. Detail cara kerja, daftar bahasa, dan syarat pemakaiannya belum dirinci EarFun. Kami akan menambahkannya setelah peluncuran resmi.

Auracast dan LE Audio. Auracast adalah teknologi siaran Bluetooth yang memungkinkan satu sumber menyiarkan audio ke banyak perangkat sekaligus, atau memungkinkan kamu bergabung ke siaran audio publik. Contoh penggunaannya adalah TV di ruang tunggu, gym, atau siaran di tempat umum, selama tempat tersebut menyediakan siaran Auracast. Teknologinya sudah siap di Wave Pro X, tetapi seberapa sering kamu bisa memakainya akan bergantung pada seberapa luas infrastruktur Auracast di sekitarmu.

Google Fast Pair. Pairing instan di HP Android, cukup dekatkan headphone dan ketuk notifikasi di layar tanpa membuka pengaturan Bluetooth.

Koneksi multipoint. Headphone bisa tersambung ke dua perangkat sekaligus, misalnya laptop untuk menonton dan HP untuk menerima telepon, lalu berpindah otomatis sesuai kebutuhan.

Selain itu ada Game Mode dengan latensi rendah supaya audio tetap selaras dengan gambar saat bermain game atau menonton film, serta dukungan voice assistant.

Koneksi Kabel dengan ANC Tetap Aktif, dan Equalizer untuk yang Suka Mengutak Atik

Banyak headphone Bluetooth hanya mengandalkan sambungan nirkabel, dan saat dicolok kabel, ANC sering ikut mati. Wave Pro X memberi dua jalur kabel, USB Audio dan AUX input, dan EarFun menyebut ANC tetap aktif saat kamu memakai salah satunya.

USB Audio memungkinkan headphone menerima sinyal digital langsung lewat kabel USB dari laptop atau HP, sehingga suara tidak perlu melewati kompresi Bluetooth. Ini pilihan menarik untuk kerja di depan komputer, produksi konten, atau mendengarkan musik dengan fokus pada kualitas. AUX input 3,5 mm berguna untuk sumber audio analog, seperti hiburan di pesawat atau perangkat lama yang tidak punya Bluetooth.

Untuk urusan penyetelan suara, aplikasi EarFun menyediakan lebih dari 30 preset EQ, EQ kustom, Personalized Sound, dan dukungan PEQ atau parametric equalizer, ditambah pemetaan ulang kontrol dan pembaruan firmware dari satu dashboard. Bedanya dengan EQ biasa, PEQ memungkinkan kamu memilih frekuensi tertentu, menaikkan atau menurunkan levelnya, dan mengatur selebar apa area yang terpengaruh. Fitur ini biasanya disukai pendengar yang sudah punya preferensi suara jelas.

Wave Pro X Dibandingkan Wave Pro dan Tune Pro

Berikut perbandingan ketiga headphone EarFun berdasarkan tabel resmi.

Fitur Wave Pro X Wave Pro Tune Pro
Bluetooth 6.0 5.4 5.4
Driver Dual coaxial 40 mm DLC dan 10 mm LCP 40 mm DLC dynamic 40 mm dan 10 mm dual driver
Codec aptX, aptX Adaptive, aptX Lossless, LC3, LDAC, SBC LDAC, SBC, AAC SBC, AAC
ANC Hybrid ANC dengan QuietSmart 3.5 dan 8 mikrofon Hybrid ANC hingga 45 dB dan peredam bising angin Hybrid ANC hingga 45 dB
Mikrofon panggilan 8 mikrofon AI 5 mikrofon AI 5 mikrofon AI
AI Translation Ada Tidak ada Tidak ada
Auracast dan LE Audio Ada Tidak ada Tidak ada
USB Audio Ada Tidak ada Ada
AUX input Ada Ada Ada
Google Fast Pair Ada Tidak ada Tidak ada
Baterai (ANC mati) Hingga 90 jam Hingga 80 jam Hingga 120 jam
Baterai (ANC aktif) Hingga 50 jam Hingga 55 jam Hingga 80 jam
Fast charging 15 menit untuk 10 jam 10 menit untuk 10 jam Tidak ada

Dari tabel ini terlihat pembagian perannya cukup jelas. Tune Pro unggul di daya tahan baterai. Wave Pro ada di tengah dengan LDAC dan fast charging. Wave Pro X adalah pilihan untuk kamu yang ingin teknologi terbaru dan semua fitur tanpa kompromi.

Siapa yang Cocok dengan Wave Pro X?

Berdasarkan spesifikasinya, Wave Pro X paling masuk akal untuk beberapa tipe pengguna:

  • Pendengar yang peduli codec. Kalau HP Android kamu mendukung LDAC atau aptX, dan kamu rutin mendengarkan musik kualitas tinggi, daftar codec Wave Pro X memberi ruang paling luas.
  • Pekerja hybrid. Multipoint, 8 mikrofon AI, dan USB Audio membuatnya fleksibel untuk laptop dan HP sekaligus.
  • Traveler. Baterai panjang, ANC hybrid, bobot 259 gram, lipatan ringkas, dan AUX input dengan ANC tetap aktif untuk hiburan pesawat.
  • Pengguna yang suka eksplorasi suara. PEQ dan Personalized Sound memberi kontrol lebih dalam.

Kalau kamu hanya butuh headphone ANC untuk keperluan sederhana dan baterai super awet, Tune Pro atau Wave Pro mungkin sudah lebih dari cukup.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kapan Wave Pro X rilis di Indonesia? Rencananya akhir Oktober 2026, tanggal pasti dan harga akan diumumkan lewat earfun.id dan kanal resmi EarFun Indonesia.

Apakah Wave Pro X sudah punya penghargaan? Ya. Wave Pro X terdaftar sebagai pemenang Red Dot Design Award 2026 kategori Product Design.

Apakah Wave Pro X mendukung LDAC? Ya, LDAC tercantum dalam daftar codec resminya, bersama aptX Lossless, aptX Adaptive, aptX, LC3, dan SBC. Ingat bahwa HP kamu juga harus mendukung codec yang sama.

Berapa lama baterai Wave Pro X? Hingga 90 jam dengan ANC mati dan hingga 50 jam dengan ANC aktif. Fast charging 15 menit memberi sekitar 10 jam pemakaian.

Bisa dipakai dengan kabel? Bisa. Wave Pro X mendukung USB Audio dan AUX input, dan EarFun menyebut ANC tetap aktif di mode kabel.

Apa bedanya dengan Wave Pro? Wave Pro X membawa Bluetooth 6.0, driver dual coaxial, codec lebih lengkap, 8 mikrofon, Auracast, USB Audio, dan Google Fast Pair, yang tidak dimiliki Wave Pro.

Pantau Peluncurannya

Wave Pro X akan melengkapi lini headphone EarFun dengan opsi paling canggih sejauh ini. Pantau halaman resmi di earfun.id untuk pengumuman peluncuran dan cek harga terbaru begitu produknya tersedia.

Artikel Terkait